Flu Burung Mulai Merambah Kota Gorontalo

Kompas.com - 04/04/2011, 19:57 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Penyakit Flu burung mulai merambah wilayah Kota Gorontalo, sejak kasus penyakit unggas mematikan itu pertama kali ditemukan pada Kamis (31/3/2011), di dua kecamatan Kabupaten Gorontalo.

Dokter hewan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Gorontalo , Drh Fenny Rumporok, Senin (4/4/2011) mengatakan, kini penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 itu, sudah positif menjangkit ternak ayam milik masyarakat di wilayah Kota.

Ada empat kelurahan yang sudah dilanda wabah Flu burung, yakni Libuo, Molosifat dan Wumialo, dan Heledulaa. Keempatnya masih termasuk pusat perkotaan. "Sudah hampir dua puluh ekor ayam yang mati mendadak," katanya.

Pihaknya juga turut memusnahkan ayam lainnya yang berada dalam satu kandang, untuk menjaga kemungkinan menularnya penyakit tersebut.

Kendala lainnya dari merebaknya flu burung di wilayah itu, yakni belum adanya vaksin yang tersedia.

Namun menurutnya, belum adanya vaksin flu burung ini belum terlalu mendesak, yang kini perlu secepatnya dilakukan adalah identifikasi sekaligus pemusnahan ternak ayam maupun unggas yang diduga tertular.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya manusia yang terjangkit penyakit itu.

Sementara itu, pemusnahan ayam ternak yang dilakukan oleh petugas dari tim terpadu yang dibentuk oleh Pemerintah daerah menuai protes sejumlah pemilik ternak.

Nurrohma dan Hassan, pemilik hewan ternak di Kelurahan Heledulaa mengaku keberatan dengan adanya pemusnahan itu.

"Petugas datang tiba-tiba dan langsung memusnahkan seluruh ternak, kami minta ganti rugi yang sepadan," ujar Hassan yang harus kehilangan 40 ekor ayam ternaknya.

Pemusnahan itu dilakukan petugas, setelah ditemukan tiga ekor ternak peliharaannya mati mendadak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau